Rabu, 07 Maret 2018

Penganiayaan guru oleh murid

Menyikapi Kasus Penganiayaan Guru Oleh Murid Di Sampang




Dunia pendidikan digemparkan lagi dengan berita tindakan criminal. Seorang guru kesenian di SMA Negeri 1 Torjun, bernama Ahmad Budi Cahyono, meninggal dunia setelah koma di RS Dr. Soetomo Surabaya. Penyebabnya, diduga karena ia dianiaya oleh seorang muridnya sewaktu berada di dalam kelas.

Namun, masih belum terlampau jelas bagaimana kronologi sebenarnya peristiwa penganiayaan ini terjadi. Di beberapa situs berita online, terdapat dua versi kronologi kejadian perkara. Inisial siswa yang diduga melakukan penganiayaan pun juga berbeda.
Kronologi Peristiwa

1.Siswa tertidur di dalam kelas.


Dilansir dari Berita di Republika, awal mula penyebab penganiayaan ini terjadi yaitu saat HI tertidur di dalam kelas sewaktu KBM (kegiatan belajar mengajar) berlangsung. Lantas, Budi menghampirinya dan mencoret pipi HI. HI yang tidak terima dengan perlakuan itu, kemudian memukulinya. Budi tidak melakukan perlawanan terhadap tindakan HI.

2.Siswa mengganggu teman temannya


Dilansir dari Detiknews dan Tribunnews, kronologi kejadian perkara disebabkan karena MH mengganggu teman temannya. Ketika KBM (kegiatan belajar mengajar) berlangsung, MH tidak focus dalam memperhatikan pembelajaran. Ia mengganggu teman temannya dengan mencoret coret lukisan temannya. Korban sebagai seorang guru pun mengingatkan MH agar tidak mengganggu teman temannya.


Bukannya berhenti, MH malah semakin menjadi jadi ketika diperingatkan. Korban kemudian memberikan hukuman kepada MH dengan mencoret pipi MH menggunakan cat lukis. MH yang tidak terima menerima perlakuan korban, akhirnya memukul korban. Kejadian ini berakhir setelah dilerai oleh siswa dan guru yang lainnya.

Sikap Kita


Melihat masih simpang siurnya kronologi peristiwa ini, sebaiknya kita menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian. Namun, kalau penulis sendiri yang menjadi korban dari film film India yang bergenre thriller, tidak yakin sepenuhnya dengan hasil penyelidikan pihak kepolisian.

Setiap peristiwa tentunya mempunyai penggalan potongan cerita masing masing. Di dalam kejadian penganiayaan seorang guru yang dilakukan siswa ini, potongan cerita yang kita dapat masih belum lengkap dan menimbulkan tanda tanya. Maka, sebaiknya kita dapat menyikapinya dengan bijak.


Pesan saya, ojo gumunan. Jangan kagetan. Karena sebenarnya peristiwa yang serupa marak terjadi sejak dahulu kala. Hanya saja pada zaman dahulu tidak ada media massa. Sehingga, cerita yang sama atau hampir sama, hanya dapat kita temui dari sejarah yang menceritakan mengenai tokoh tokoh besar.

3.Dunia Pendidikan yang Belum Terselesaikan


Mengutip pengantar terjemahan buku Menggugat Pendidikan: Fundamentalis, Konservative, Liberal Anarkis karangan Paulo Freire dkk terbitan Pustaka Pelajar, yang ditejermahkan oleh Omi Intan Naomi, diceritakan bahwa Kaisar Nero, seorang tiran pada zaman Romawi yang terkenal dengan kekejamannya, pernah menyuruh gurunya sendiri untuk bunuh diri dengan minum racun.


Apakah anda yakin bahwa manusia itu membawa tabiat buruk semenjak ia lahir? Inilah, yang sedikit kurang kita renungi dalam menyikapi kondisi zaman now. Setiap ada penyimpangan social, kita seringkali menjudge anak. Sebutan anak zaman now generasi micin, sudah menjadi bahasa keseharian kita.

Sosialisasi primer seorang manusia berada di dalam keluarganya masing masing. Tentunya anda tahu apa arti primer kan? Sedangkan lingkungan, teman sepermainan, sekolah, maupun media massa (internet, Koran, majalah, buku, dll) hanya agen sosialisasi sekunder bagi manusia. Setiap permasalahan yang terjadi di dalam diri kita, memiliki keterkaitan erat dengan kondisi sosialisasi yang kita jalani dalam keluarga.

Nilai nilai, norma norma, dan keyakinan yang manusia miliki dibangun dari keluarga. Keluarga lah yang paling dominan dalam membentuk sikap, perilaku, maupun kepribadian manusia. Sebagaimana cerita Kaisar Nero diatas, kegilaannya tidak muncul tiba tiba. Ibunya pun juga seseorang yang haus kekuasaan. Bahkan kemudian, Nero tak segan untuk membunuh ibunya sendiri.

Tugas mendidik bukan hanya kewajiban institusi pendidikan semata. Banyak orang tua yang berfikiran bahwa mendidik hanya tugas sekolah. Kalau sudah di sekolah kan, ya sudah. Kalau ada kesalahan dari diri anak, maka yang disalahkan sekolah. Mereka tak mau menengok dirinya sendiri. Bagaimana pola asuh dalam keluarga yang mereka terapkan, jarang sekali yang berkenan untuk memperbaikinya.

Menyekolahkan anak pun, banyak yang bertujuan hanya untuk ranah kognitif materialis semata. Sudah setengah hari bersekolah, sorenya banyak anak yang dimasukkan ataupun dianjur oleh orang tua dan guru mereka untuk mengikuti bimbingan belajar.

Pintar, nilai bagus, ijazah, merupakan prioritas utama. Pada akhirnya, ijazah yang diperoleh harus “dijual” untuk memperoleh pekerjaan yang layak.

Wajar saja, jika buah ilmu tak tumbuh dari sekolah. Bunga bunga ilmu pun, sedikit sekali yang terlihat bermekaran. Sekolah, hanya memenjarakan anak. Tidak menjadikan anak sebagai seseorang berguna namun hanya untuk menjadikan mereka sukses dan ber-uang semata.

Sekolah, menjadikan orang tua abai terhadap mereka. Keluarga, yang seharusnya menyadari bahwa mereka merupakan institusi tempat anak untuk mempelajari, membiasakan, dan menyadari nilai nilai maupun norma norma, menjadi melimpahkan semua tanggung jawab pendidikan kepada sekolah.

Mungkin, sekolah perlu dibubarkan. Atau, para orang tua perlu disekolahkan kembali. Agar para orang tua dapat menyadari bahwa mereka merupakan tempat yang paling primer dalam mendidik seorang manusia. Ketika sekolah dibubarkan, tentunya mereka akan berfikir dengan sendirinya bagaimana cara mendidik anak anak mereka. Dan tidak lagi melimpah semua tugas dan tanggung jawab pendidikan kepada institusi sekolah yang orientasinya pun hanya kapitalisasi pendidikan semata.
sumber: https://geotimes.co.id/opini/menyikapi-kasus-penganiayaan-guru-oleh-murid-di-sampang/


Tragis! Siswa SMK di Tangerang Tega Bacok Bu Guru


Mei Amelia R - detikNews
Tragis! Siswa SMK di Tangerang Tega Bacok Bu GuruFoto: Ilustrasi/ThinkstockJakarta - Seorang siswa di Kabupaten (sebelumnya ditulis kota-red) Tangerang nekat membacok guru perempuannya, Muryanah (23). Tidak hanya itu, ibu korban bernama Sri Astuti (45) juga terkena sabetan golok. Kapolsek Panongan AKP Kosasih dalam keterangannya kepada detikcom, Rabu (7/10/2015), mengatakan pelaku merupakan remaja pria berusia 15 tahun. Kosasih mengatakan, peristiwa itu terjadi Rabu (7/10) dini hari sekitar pukul 00.45 WIB, di kediaman korban di Kp Babulak, RT 01/03, Panongan, Kabupaten Tangerang.

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, petugas Polsek Panongan semula menduga aksi kekerasan tersebut didasarkan kasus pencurian dengan kekerasan. Namun, hasil analisis tidak ditemukan adanya barang-barang yang hilang di lokasi kejadian."Ini terlihat tidak adanya barang yang dicuri. TKP dalam keadaan tidak berantakan layaknya suatu pencurian," ungkap Kosasih.Pelaku, Kosasih menambahkan, masuk ke rumah korban melalui pintu dak atas dengan memanjat pohon. Setelah berhasil masuk, pelaku langsung mengarah ke kamar Muryanah. Namun, pelaku tidak menemukan korban. Pelaku kemudian beranjak ke kamar ibunda korban, Sri Astuti. "Korban mengetuk pintu kamar. Namun karena ketakutan, korban dan ibunya diam saja di kamar," kata Kosasih.

Pelaku lalu mendobrak pintu kamar Sri Astuti. Tanpa babibu, pelaku langsung membabi buta menghujamkan golok yang dibawanya ke arah kepala Muryanah. "Korban Sri Astuti berusaha menolong anaknya itu, tapi kena juga sabetan golok pelaku sebanyak 2 kali dan mengenai kepala samping dan atas," kata Kosasih.Usai melakukan tindakan biadabnya, pelaku langsung melarikan diri. Tetangga korban yang mendengar keributan tersebut berupaya mengejar pelaku dengan meneriaki maling. Namun pelaku berhasil meloloskan diri dari kejaran massa dengan menggunakan motor.

Tak dinyana, saat dilakukan olah TKP, ibu pelaku menyerahkan putranya tersebut ke pihak kepolisian. "Ibu pelaku menyerahkan anaknya itu pada Kapolsek Panongan karena telah mengetahui perbuatan anaknya yang berterus terang tentang perbuatannya, mengingat antara keluarga pelaku dan korban bertetangga satu RW," jelas Kosasih.Kondisi korban Sri Astuti saat ini sudah mulai membaik. Namun untuk Muryanah masih kritis dan dirawat di RS Ciputra Tangerang.Polisi menyita beberapa barang bukti dari tempat kejadian dan tangan pelaku, yaitu sebilah golok, pelindung leher, sepeda motor Mio, dan jaket abu-abu.
sumber: detiknews

pendapat saya seharusya pendidikan di sekolah ada pendidikan karakter jadi para murid bisa lebih menghargai para guru guru yang mengajar


Jumat, 02 Maret 2018

pengaruh gadget terhadap siswa

Pengaruh Gadget Terhadap Siswa


A.Penyebab Penyalahgunaan Gadget



Di zaman yang sudah modern ini banyak sekali orang memiliki alat komunikasi canggih atau smartphone. Semua usia dari orang dewasa hingga anak-anak mempunyai smartphone, hal ini berarti banyak siswa yang membawa gadget ke sekolah seiring dengan maraknya pengguna gadget. Inipun berdampak pada masalah di sekolah, karena rasa ingin tahu remaja yang tinggi tak sedikit pelajar memanfaatkan gadget ke hal negatif.

Tak sedikit pelajar yang menyalahgunakan kecanggihan gadget, yang seharusnya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mempermudah informasi yang mereka butuhkan yang berkaitan dengan pendidikan dan ilmu engetahuan. "Sebagai contoh beberapa bulan yang lalu yang saya lihat di berita, bahwa seorang siswa menawari teman-teman sekolahnya kepada lelaki hidung belang dengan menggunakan salahsatu aplikasi yang ada di gadget. Kasus baru-baru ini juga tidak kalah memprihatinkan, yaitu dua orang siswa kedapatan membuat video mesum dan itu menandakan bahwa siswa bisa berbuat apapun dengan gadget, termasuk melakukan hal-hal negatif yang tidak sepatutnya dilakukan oleh pelajar"

Beberapa sekolah di kota-kota besar sudah memberlakukan aturan dilarang membawa gadget ke sekolah, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebagai gantinya siswa akan mendapatkan fasilitas internet dari sekolah yang dinilai lebih aman dan terawasi, dan bagi orang tua yang mau telepon anaknya tidak usah telepon langsung, bisa telepon ke pihak sekolah. Terkait sanksi bagi siswa yang kedapatan membawa gadget, haruslah tegas. Terlebih lagi dengan tidak membawa gadget, siswa akan lebih berkonsentrasi untuk mengikuti pelajaran-pelajaran di sekolah.


B.Dampak Perkembangan Gadget Dan Dampak Ketergantungan Terhadap Gadget.

Dengan berkembangnya gadget di semua kalangan terutama dikalangan remaja mengakibatkan banyaknya kerugian dari segi kehidupan. Berikut ini beberapa kerugian dari perkembangan gadget:

1.Segi kesehatan

  • Peningkatan resiko kanker dari penggunaan ponsel karena radiasi yang di berikan.
  • Penggunaan ponsel lebih dari 30 menit bisa mengakibatkan ketulian (acoustik neourema).
  • Penggunanaan cahaya atau pencerahan maksimal secara berkala pada ponsel,komputer, tablet bisa mengakibatkan perih pada mata dan lebih parahnya bisa menimbulkan rabun dekat.


2. Segi sosial

  • Cenderung autis atau asyik dengan gadgetnya sendiri sehingga tidak memperhatikan hal-hal yang ada disekitarnya.
  • Cenderung tidak bisa mengkontrol diri sendiri akibat sosialisasi yang terjadi secara tidak langgsung
  • Lebih banyak konflik yang terjadi dan tidak ada upaya untuk menyelesaikan masalah.
  • Cenderung cepat bosan ketika ada orang yang menasehati.
  • Banyak mengeluh ketika banyak masalah.
  • Egois tidak tekendali
  • Orang-orang disekitarnya selelu dijadikan korban kemarahannya.
  • Orang yang yang banyak bergaul dengan gadget hidupnya sedikit tidak teratur.


4.Segi ekonomi

Banyak terjadi kerugian akibat perkembangan gadget di bidang ekonomi seperti adanya atau banyaknya penipuan, keuangan tidak stabil di setiap keluarga akibat harus memenuhi keinginan anaknya membeli gadget terbaru. Dan masih banyak lagi kerugian yang diakibatkan oleh perkembangan gadget tenpa di idasari dari segi keilmuan.

Dampak Ketergantungan Siswa Terhadap Gadget

Selain dampak ketergantungan yang begitu hebat yang ditimbulkan, gadget juga: 
  • Dapat membuat konsenstrasi siswa menurun ketika menerima sebuah pemaparan materi yang disampaikan oleh pendidik. siswa terlihat sibuk memainkan gadgetnya. Aplikasi- aplikasi yang tersedia atau yang telah diunduh seperti sosial media, game dan fitur lainnya.
  • Dapat menyebabkan anak sulit berkonsentrasi saat belajar, yang berdampak pada penurunan prestasi di sekolah.
  • Siswa terlalu mengandalkan gadget, jadi mengalami ketergantungan, sehingga jika tidak menggunakannya, ia akan merasa sulit untuk melakukan pekerjaannya. Selain itu, tampilan visual pada gadget yang menarik dan menggoda dapat membuat anak malas mengembangkan imajinasinya.
  • Siswa menjadi kurang mampu mengendalikan emosi dan jiwanya dalam suatu hal. Dampaknya apabila mendapati suatu masalah besar dimana sebuah gadget tidak mampu lagi membantunya dalam pemecahan masalahnya, hal itu akan membuat otak atau pikiran stres dan membuat siswa akan menghalalkan segala cara dalam pemecahan masalahnya.


C.Pengaruh positif dari perkebangan gadget

Dengan perkembangan gadget yang begitu cepat dan tidak terkendali tetapi ada sisi positif yang di timbulkan dari perkembangan gadget, seperti berikut ini :
  • Komunikasi menjadi lebih praktis.
  • Anak yang bergaul dengan dunia gadget cenderung lebih kreatif
  • Mudahnya melakukan akses ke luar negeri.
  • Manusia menjadi lebih pintar berinovasi dengan fitur-fitur dan program yang berhubungan dengan pengetahuan dan pendidikan.



D. Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Gadget

Peran orang tua sangatlah penting dalam perkembangan teknologi. Gadget pun menjadi alternative pilihan agar memudahkan komunikasi orangtua antar anak. Peran orang tua untuk mencegah ataupun menanggulangi penyalahgunaan gadget sangat besar. Sebagai orangtua harus memberi arahan bagaimana seharusnya gadget di fungsikan. Dengan memberikan edukasi atau wawasan terhadap anak akan memperkecil kemungkinan terjadinya penyalahgunaan gadget. Disamping itu guru atau pendidik harus lebih tahu tentang perkembangan teknologi yang memudahkan mengontrol pelajar dalam memamfaatkan gadget. Serta membuat pihak madrasah membuat aturan-aturan untuk mencegah siswanya menggunakan gadget yang sifatnya negative dan hal yang sia-sia untuk pendidikannya. (Ind/pas)

sumber:https://jambi.kemenag.go.id/berita/437764/pengaruh-gadget-terhadap-pelajar

seharusnya anak - anak jangan diberi gadget terlebih dahulu sebelum dia cukup umur karena anak - anak masih masa - masa bermain


Kamis, 01 Maret 2018

5 Anime movie recomended untuk ditonton bersama teman

5.Gekijouban Mahouka Koukou no Rettousei: 

Hoshi wo Yobu Shoujo

Rilis: Juni 2017
Score: 7,62 (MAL)
Rangked: #1281 (MAL)
Durasi: 1 jam 10 menit
Genre: Action, Sci-fi, Romance, Magic, School

Synopsis:
Menceritakan musim telah berubah dan menjadi musim semi. Tatsuya dan Miyuki telah menyelesaikan tahun pertama mereka di sekolah sihir dan sedang liburan musim semi mereka. Keduanya pergi ke vila mereka di kepulauan Pulau Ogasawara. Setelah beberapa saat, seorang gadis muda bernama Kokoa muncul di hadapan mereka. Dia telah meninggalkan pangkalan Angkatan Laut dan dia mengatakan satu harapannya pada Tatsuya.

4.sword art online ordinal scale

Rilis: Februari 2017

Score: 8.12(MAL)

Rangked: #412(MAL)

Durasi: 1 jam 59 menit

Genre: Action, Romance, Game, Adventure, Fantasy


Synopsis:
Tahun 2026, sebuah alat baru yang di sebut Augma dikembangkan untuk bersaing dengan Nerve Gear dan Amusphere. Augma tidak memiliki fungsi seperti pendahulunya, yang membuat si pengguna masuk ke dunia virtual. Sebaliknya, menggunakan Augmented Reality (AR) memunculkan dunia virtual ke dunia nyata. Hal ini aman, bersahabat dan memungkinkan pengguna bermain saat mereka sadar. Permainan yang paling populer pada sistem ini adalah Ordinale Scale (OS), sebuah ARMMORPG dikembangkan secera eksklusif untuk Augma.

 3.no game no life zero

Rilis: Juli 2017
Score: 8,79 (MAL)
Rangked: #31 (MAL)
Durasi: 1 jam 40 menit
Genre: Game, Fantasy, Comedy


Synopsis:
Enam ribu tahun sebelum Sora dan Shiro masuk dalam dunia Disboard, perang menguasai tanah, merobek langit, menghancurkan bintang, dan bahkan mengancam untuk melenyapkan umat manusia. Di tengah kekacauan dan kehancuran, seorang pemuda bernama Riku memimpin umat manusia ke arah masa depan yang diyakini olehnya. Suatu hari, di reruntuhan kota Elf, dia bertemu dengan seorang gadis yang diasingkan disebut "Ex-machina" yang diberi nama Shuvi dan meminta Riku untuk mengajarinya tentang hati manusia

2.koe no katachi

Rilis: september 2016
Score: 9,02(MAL)
Rangked: #11(MAL)
Durasi: 2 jam 10 menit
Genre: Drama, School, Shounen

Synopsis:
Ishida Shouya membully seorang gadis tuna rungu, Nishimiya Shouko, sampai – sampai dia pindah ke sekolah lain. Akibatnya, dia dikucilkan dan diintimidasi. Tidak punya teman untuk di ajak bicara dan tidak memiliki rencana untuk masa depan. Inilah kisah jalannya menuju penebusan !

1.kimi no nawa

rilis: Agustus 2016
Score: 9,12(MAL)
Rangked: #2(MAL)
Durasi: 1 jam 46 menit
Genre:Supernatural, Drama, Romance, School


Synopsis:
Mitsuha Miyamizu, seorang gadis SMA, merindukan untuk menjalani kehidupan seorang anak laki-laki di kota Tokyo yang ramai-sebuah mimpi yang sangat kontras dengan kehidupannya saat ini di pedesaan. Sementara di kota, Taki Tachibana menjalani kehidupan yang sibuk sebagai siswa sekolah menengah sambil menyulap pekerjaan paruh waktu dan harapan untuk masa depan dalam arsitektur.

Suatu hari, Mitsuha terbangun di ruangan yang bukan rumahnya sendiri dan tiba-tiba mendapati dirinya menjalani kehidupan bermimpi di Tokyo-tapi di tubuh Taki! Di tempat lain, Taki menemukan dirinya menjalani kehidupan Mitsuha di pedesaan yang sederhana. Dalam mengejar jawaban atas fenomena aneh ini, mereka mulai mencari satu sama lain.

Kimi no nawa. Berkisah tentang tindakan Mitsuha dan Taki, yang mulai memiliki dampak dramatis pada kehidupan masing-masing, membuat mereka menjadi kain yang disatukan oleh takdir dan keadaan.



sumber:
my animelist
wibu news

Penganiayaan guru oleh murid

Menyikapi Kasus Penganiayaan Guru Oleh Murid Di Sampang Dunia pendidikan digemparkan lagi dengan berita tindakan criminal. S...